Banda Aceh Dorong Pengembangan Ekosistem Digital melalui BAA dan GSIH

kulas.id-Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen untuk membangun ekosistem digital yang kuat dengan memfokuskan pada pengembangan sumber daya manusia dan inovasi. Dalam pertemuan terbaru antara Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) RI, Nezar Patria, dijelaskan bahwa Bantuan Academy (BAA) dan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) merupakan dua inisiatif kunci dalam penguatan transformasi digital di kota ini.

Wali Kota Illiza menggarisbawahi pentingnya BAA sebagai platform berkelanjutan untuk mengembangkan talenta muda. Proses ini mencakup rekrutmen, pelatihan, sertifikasi, dan penempatan yang diarahkan untuk meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan industri digital. Hal ini bertujuan untuk menghubungkan generasi muda dengan peluang kerja dan wirausaha.

GSIH, yang diluncurkan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem digital, bertujuan untuk menjalin kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, dan industri. Dengan tagline ‘From Local Potential to Global Impact’, GSIH berharap dapat mengoptimalkan potensi lokal dan mendorong inovasi yang berdampak luas.

Keberadaan Sistem Informasi Pemerintahan Gampong Mulia (SIPGAM) yang dikembangkan oleh talenta lokal menjadi contoh nyata kemampuan daerah dalam menyediakan solusi berbasis teknologi bagi kebutuhan pemerintah. Nezar Patria juga mengungkapkan bahwa talenta daerah dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam berbagai layanan pemerintahan.

Banda Aceh Dorong Pengembangan Ekosistem Digital melalui BAA dan GSIH

Kolaborasi antara BAA dan GSIH diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan startup dan UMKM. Saat ini, Banda Aceh memiliki sekitar 47.450 UMKM aktif yang berpotensi ditingkatkan melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran dan pengelolaan usaha.

Pemerintah Kota Banda Aceh menganggap pentingnya kolaborasi antara masyarakat, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam menciptakan solusi berbasis teknologi untuk berbagai persoalan perkotaan. Pendekatan ini diharapkan dapat mengubah Banda Aceh menjadi kota yang inovatif dan kolaboratif dalam pembangunan ekonomi dan digital.

[Red]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *