Kemeriahan Peringatan HUT RI di Krueng Lampaseh Banda Aceh

Kulas.id-BANDA ACEH – Suasana tepi sungai Krueng Lampaseh, Banda Aceh, tampak meriah pada Senin (17/8/2026) pagi. Setelah upacara memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, warga beramai-ramai menuju kawasan sungai yang membatasi Gampong Lampaseh Aceh dan Lampaseh Kota.

Pukul 10.00 WIB, beraneka ragam masyarakat mulai memenuhi bantaran sungai. Anak-anak, remaja, kaum ibu, serta orang tua berkumpul untuk menyaksikan acara puncak “Semarak Kemerdekaan Bersama Daniel A. Wahab”. Dua jenis perlombaan yang menjadi daya tarik utama adalah tangkap bebek dan pukul bantal.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, yang hadir bersama Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah Muklis dan Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah. Dalam kesempatan itu, Wahab yang juga berperan sebagai inisiator acara dan Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh turut mendampingi.

Pada saat dilepasnya bebek-bebek ke sungai, suasana langsung berubah. Warga yang sebelumnya menunggu segera melompat dan merusak ketenangan air dengan renangan mereka. Bebek-bebek berlari liar di permukaan air, sementara para peserta berupaya menangkap dengan antusias. Sebagian dari mereka berhasil menangkap hanya dalam hitungan detik, sementara yang lain harus berenang lebih jauh dan ngos-ngosan.

Suara sorakan penonton memecah keheningan. Ketika peserta semakin dekat dengan buruan, teriakan dukungan semakin menggema. Perlombaan tangkap bebek ini tidak hanya berkaitan dengan hadiah, tapi menjadi bagian dari tradisi perayaan kemerdekaan yang telah berlangsung dua tahun terakhir di Krueng Lampaseh.

Antusiasme warga menjadi bukti nyata dengan banyaknya peserta, termasuk perempuan muda, remaja, hingga anak-anak yang ikut menceburkan diri dalam perlombaan. Menariknya, peserta berkesempatan meraih dua hadiah: bebek hasil tangkapan dan hadiah doorprize berkat kupon yang terikat pada kaki setiap bebek yang dilepas. “Dari satu perlombaan, peserta bisa pulang membawa bebek dan hadiah tambahan,” jelas Daniel Abdul Wahab.

Kemeriahan berlanjut dengan lomba pukul bantal, di mana dua peserta duduk berhadapan di atas sebatang pohon pinang yang diletakkan di atas air. Sorak-sorai memeriahkan saat peserta saling memukul tanpa melanggar kode etik permainan. Beberapa peserta terpaksa didiskualifikasi karena tindakan yang dianggap pelanggaran aturan.

Rangkaian perlombaan ini merupakan inisiatif Daniel Abdul Wahab yang diharapkan bisa membangun kebersamaan antara warga. Selain perlombaan, kegiatan “Semarak Kemerdekaan Bersama Daniel A. Wahab” juga diselingi dengan donor darah.

“Walaupun sederhana, ada pesan penting di balik kegiatan ini: membangun kebersamaan dan kebahagiaan masyarakat Kota Banda Aceh. Kemerdekaan bukan hanya soal upacara dan pengibaran bendera, tetapi juga tentang berkumpul dan saling membantu,” ucap Daniel.

Ia mendorong generasi muda untuk menjaga kedamaian dan keamanan kota, mengingat perbedaan pandangan dan latar belakang seharusnya tidak memecah persatuan. Daniel menilai bahwa perdamaian adalah syarat utama untuk pembangunan, sementara keamanan menjadi tanggung jawab bersama.

Wali Kota Illiza, yang terlihat aktif berinteraksi dengan peserta perlombaan, berdampak positif terhadap semangat warga dalam menyambut kemerdekaan. “Kita ingin perayaan ini menciptakan gelak tawa, mempererat kebersamaan, dan menunjukkan bahwa Banda Aceh adalah kota yang aman dan damai,” ungkap Illiza.

Menjelang sore, seluruh rangkaian perlombaan berakhir dan hadiah dibagikan kepada peserta. Meski ada yang menang dan kalah, wajah ceria menguasai suasana di Krueng Lampaseh, utamanya saat mereka merayakan kemerdekaan dengan sederhana, penuh tawa dan persahabatan.

[Red]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *