
TANJUNGBALAI — KULAS.Id Azmi Alfatih, siswa Kelas 2B berusia 7 tahun, mengalami patah tangan saat berada di lingkungan sekolah. Tim DPD FORMAPERA Kota Tanjungbalai meninjau langsung keadaan anak tersebut di kediamannya, Selasa (06/10/2026).
Berdasarkan keterangan Azmi, kejadian terjatuh berlangsung sekitar pukul 11.40 siang, sebelum masuk jam pelajaran yang dimulai pukul 12.00 siang. Anak tersebut menahan rasa sakit sendirian hingga jam pulang sekolah sekitar pukul 14.30 sore. Sepulang sekolah, orang tua langsung membawanya berobat dan diketahui tangannya mengalami patah.
Selama kurun waktu tersebut, belum ada informasi bahwa pihak sekolah memberikan pertolongan pertama maupun memberitahukan kejadian ini kepada orang tua. Hingga saat ini, belum ada kunjungan atau penjelasan dari pihak sekolah terkait peristiwa tersebut.
Ketua DPD FORMAPERA Kota Tanjungbalai, Irham Siregar, menyampaikan:
“Kami mencermati keterangan anak yang menahan sakit dari sebelum jam masuk hingga waktu pulang. Hal ini memerlukan penjelasan resmi dari pihak sekolah. Anak berhak mendapatkan perhatian dan pertolongan segera saat berada di lingkungan pendidikan.”
FORMAPERA telah berupaya mengonfirmasi hal ini kepada pihak sekolah untuk mendapatkan keterangan secara seimbang, namun hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak sekolah untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi terkait peristiwa ini.
Kami berharap Azmi Alfatih segera pulih dan kembali beraktivitas. Kasus ini akan kami pantau serta minta penjelasan resmi kepada instansi terkait demi kepastian dan keadilan.
(MS.REZA)






