Kulas.id-BANDA ACEH – Kasus HIV di Banda Aceh mencatat peningkatan yang mencengangkan, mencapai 942 kasus sejak 2008 hingga 2026. Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, ST, menyoroti lonjakan tajam ini, di mana kasus HIV meningkat dari 10 menjadi 942 dalam kurun 18 tahun.
Farid mengajak kader remaja Posyandu untuk berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada teman sebaya dan masyarakat mengenai HIV/AIDS. Menurutnya, anak muda harus menjadi garda terdepan dalam upaya menanggulangi masalah kesehatan ini, terutama karena kelompok yang paling banyak terdampak adalah generasi mereka sendiri.
“Kegiatan ini, bertema ‘Hidup Sehat, Remaja Bebas HIV/AIDS’, digelar Di Paopia Coffee pada 29-30 September 2026 dan diikuti 50 peserta dari Puskesmas Kuta Alam dan Puskesmas Lampulo,” jelas Farid saat pembukaan acara. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman penting kepada remaja tentang kesehatan dan risiko yang dapat memengaruhi masa depan mereka.
Data dari Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh menunjukkan bahwa sekitar 25 persen kasus HIV/AIDS di Indonesia terjadi pada remaja usia 15-24 tahun. Di Banda Aceh, kelompok usia produktif antara 15–39 tahun paling banyak terpapar, dengan laporan mencapai 68 kasus pada Agustus 2026.
Farid memaparkan, pada 2008 terdapat 10 kasus (9 HIV dan 1 AIDS). Data ini menunjukkan peningkatan signifikan, di mana pada 2024 tercatat 147 kasus dan angka ini terus bertambah setiap tahun.
“Penularan HIV bukan hanya masalah yang jauh, tetapi sering kali terkait dengan perilaku yang dekat dengan kehidupan remaja, seperti pergaulan bebas dan kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi,” kata Farid. Dia menekankan bahwa Banda Aceh, sebagai kota yang menerapkan Syariat Islam, harus memimpin dalam pencegahan dan penguatan moral remaja.
Selama acara, Farid menggarisbawahi tiga hal penting dalam upaya pencegahan: mengenali risiko, mencegah penularan, dan menghilangkan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). “Kepedulian dan dukungan terhadap ODHA sangat penting agar mereka tidak merasa terpinggirkan dan bisa mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan,” tambahnya.
Ustaz Febri Sugianto dari Thibbun Nabawi juga menyampaikan pentingnya kesehatan jasmani dan rohani. Ia menekankan bahwa remaja harus menjaga kebersihan, pola makan sehat, serta mengelola stres agar tetap sehat secara menyeluruh.
Sebagai penutup, Farid berharap para peserta dapat mengedukasi setidaknya 10 teman mereka setelah acara ini, untuk menyebarkan informasi tentang risiko dan pencegahan HIV/AIDS. “Ini adalah investasi jangka panjang untuk pembangunan sumber daya manusia di Banda Aceh,” pungkasnya.
[Red]






