Kulas.id-Banda Aceh menjadi tuan rumah Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda se-Aceh tahun 2026, yang resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, pada Jumat (11/9/2026). Kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan dihadiri oleh sejumlah pejabat serta pengurus TP PKK dari kabupaten/kota.
Dalam sambutan yang dibacakan Taufik, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menekankan pentingnya Rakerda bukan hanya sebagai acara seremonial. Menurutnya, ini adalah momen evaluasi dan konsolidasi untuk memastikan program-program PKK dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif. “PKK harus berperan dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga, untuk memperkuat berbagai aspek pembangunan,” ungkapnya.
Wakil Gubernur juga menyoroti sinergi antara PKK dan Dekranasda, menekankan perlunya pemberdayaan ekonomi keluarga serta pengembangan warisan budaya daerah. “Pemberdayaan perempuan dan pelaku UMKM sangat penting untuk menjaga keberlanjutan ekonomi Aceh,” tambahnya.
Tema Rakerda Dekranasda yang diusung, “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia,” mendapat sambutan positif darihadirin. Tema ini dianggap selaras dengan potensi Aceh yang kaya akan kerajinan dan warisan budaya yang harus dijaga serta dipromosikan hingga ke pasar global. Para perajin diimbau untuk proaktif dalam memanfaatkan transformasi digital agar produk mereka dapat menjangkau konsumen lebih luas.
Kegigihan dalam inovasi dan kualitas diharapkan menjadi landasan untuk mengembangkan produk kriya Aceh. “Dengan koordinasi antara Dekranasda Aceh dan kabupaten/kota, setiap daerah harus memiliki produk unggulan untuk branding kriya Aceh di tingkat internasional,” tegas Wakil Gubernur. Selain itu, tema HKG PKK tahun ini juga mendorong penguatan 10 Program Pokok PKK untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Pada akhir sambutannya, Taufik menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam merealisasikan program-program yang konkret dan terukur. “Kebersamaan dalam kerja akan menghasilkan kontribusi yang lebih signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Aceh,” pungkasnya.
[Red]






