Gubernur Aceh Percepat Pengadaan Lahan untuk Reintegrasi Mantan GAM

Kulas.id-Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memimpin rapat intensif untuk mempercepat penyediaan lahan integrasi bagi mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan penataan Hak Guna Usaha (HGU). Rapat ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian program pembangunan dengan visi dan misi Gubernur.

Dalam rapat yang berlangsung pada Jumat, 11 September 2026, di Ruang Rapat Kantor Gubernur, dibahas perlunya administrasi siap dalam sepekan mendatang. Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengungkapkan, Gubernur Mualem meminta Kepala Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Jamaluddin, untuk menyelesaikan semua persiapan.

Bacaan Lainnya

Gubernur juga menginstruksikan Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Azanuddin Kurnia, untuk mempercepat penataan HGU dengan target penyelesaian pada November dan Desember 2026.

Data terkini menunjukkan, dari koordinasi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian ATR/BPN, dihasilkan areal seluas 4.990 hektar di lima kabupaten di Aceh, didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Tahun depan, tambahan lahan sekitar 4.000 hektar diharapkan dapat diperoleh.

Jamaluddin menekankan perlunya strategi percepatan, terutama dalam alih fungsi lahan ke Areal Penggunaan Lain (APL). Kepala BPHL Kemenhut, Mahyuddin, meminta agar ada Instruksi Presiden untuk memangkas prosedur normal tanpa menghilangkan substansi peraturan.

Data terbaru dari Kakanwil BPN Aceh, Arinaldi, menunjukkan potensi sekitar 15.700 hektare lahan HGU yang tidak diperpanjang dan 24.000 hektare dari plasma yang belum dilepaskan oleh perusahaan. Azanuddin Kurnia menegaskan, tim penataan akan melakukan verifikasi di lapangan untuk memastikan data akurat sebelum pengambilan keputusan oleh Gubernur Aceh.

Plt Sekda Aceh, Taufik, meminta semua SKPA terkait untuk segera menindaklanjuti instruksi Gubernur dan mempersiapkan draf surat untuk Presiden yang akan dirumuskan dalam Instruksi Presiden untuk lahan reintegrasi. Dengan langkah cepat, diharapkan penyediaan lahan ini dapat segera terealisasi untuk mendukung mantan kombatan GAM dalam proses reintegrasi.

[Red]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *