Kulas.id-BANDA ACEH – Fraksi Partai Gerindra di Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK). Juru bicara fraksi, Ramza Harli, mengingatkan agar semua tahapan pelaksanaan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku dan menghindari setiap bentuk penyimpangan.
Dalam rapat paripurna yang digelar pada Senin malam (21/09/2026), Ramza mengingatkan bahwa dengan semakin dekatnya akhir tahun anggaran, pelaksanaan kegiatan fisik harus dipacu dengan terukur dan tepat waktu. “Setiap program dan kegiatan harus dilaksanakan dengan kualitas yang baik,” jelasnya.
Ramza meminta Pemerintah Kota untuk terus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat. “Kami ingin Pemerintah Kota untuk berfokus pada pelayanan dasar seperti distribusi air bersih, pengelolaan sampah, pendidikan, dan kesehatan,” terangnya.
Ia juga meminta langkah konkret untuk menangani isu banjir yang kerap melanda perkotaan, mengingat kondisi ini terus berulang setiap tahun saat musim hujan tiba. “Langkah-langkah pencegahan harus terencana dan bukan hanya responsif setelah bencana terjadi,” tambah Ramza.
Fraksi Gerindra juga mendorong Pemerintah Kota untuk mendukung program strategis dari Pemerintah Pusat, di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan ketahanan pangan. “Program ini harus dilaksanakan secara baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ucapnya.
Dalam konteks pengelolaan keuangan, Ramza menegaskan agar Pemerintah Kota menghindari kewajiban daerah yang tidak direncanakan, serta mempelajari pengalaman utang daerah di tahun-tahun sebelumnya. “Pengelolaan APBK yang sehat dan berkelanjutan harus jadi prioritas kita semua,” imbuhnya.
Fraksi juga mengingatkan pentingnya kualitas pekerjaan konstruksi fisik. Seluruh pelaksana proyek diharapkan mematuhi standar teknis dan meningkatkan profesionalisme dalam pengawasan. “Kami sarankan agar dinas-dinas non-PUPR meminta bantuan teknis dari Dinas PUPR sejak tahap perencanaan hingga pengawasan lapangan,” tandasnya.
[Red]






