Kulas.id-Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, yang akrab disapa Dek Fadh, meminta pengerahan alat berat di daerah-daerah rentan bencana. Langkah ini merupakan respons terhadap potensi bencana susulan, terutama menjelang musim hujan yang akan datang. Rapat yang dipimpin Dek Fadh berlangsung via konferensi video, melibatkan bupati-bupati di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi, termasuk Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, dan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga.
Dalam rapat yang digelar di Kantor Penghubung Aceh di Jakarta, Dek Fadh menekankan pentingnya kesiapan alat berat, khususnya ekskavator, yang harus disiagakan di lokasi-lokasi rawan. Ia menegaskan, kesiapsiagaan harus bersifat proaktif, sehingga alat berat siap digunakan saat kondisi darurat terjadi.
“Kita perlu mengantisipasi kemungkinan bencana susulan. Karena itu, alat berat harus disiapkan dan standby di daerah-daerah yang rawan,” ungkap Dek Fadh.
Untuk mendukung aksinya ini, Dek Fadh meminta seluruh bupati dan wali kota dalam daerah terdampak agar segera mengajukan surat permohonan kepada Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Sumatera untuk meninventarisasi kebutuhan alat berat yang dibutuhkan.
Pada kesempatan yang sama, Dek Fadh memberikan apresiasi kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I atas upaya mereka dalam menangani aliran sungai pascabencana. Ia menyadari pentingnya penanganan sungai untuk mengurangi risiko bencana lanjutan akibat pendangkalan yang disebabkan material bencana.
“Sungai dangkal akibat material bencana harus segera mendapatkan penanganan, terutama menjelang musim penghujan,” tegasnya.
Menekankan pentingnya kolaborasi, Dek Fadh mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk aktif dalam pemetaan dan penanganan sungai-sungai yang terpengaruh selama musim hujan yang akan datang. “Koordinasi antara Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, dan instansi terkait perlu diperkuat agar penanganan dapat dilakukan secara efektif dan terpadu,” ujarnya.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat mempercepat respons ketika bencana terjadi dan mengurangi risiko banjir di puncak musim penghujan.
[Red]





