Kulas.id-BANDA ACEH – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, S.T., mengajak penguatan institusi Pageu Gampong sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pengawasan syariat Islam dan menyaring budaya luar yang tidak sejalan dengan kearifan lokal. Seruan ini disampaikan saat pembukaan kegiatan peningkatan kapasitas Pageu Gampong oleh Dinas Syariat Islam (DSI) di Aula Hotel Hanifi, Senn (28/9/2026).
Irwansyah menjelaskan, keberagaman budaya dari pendatang yang datang ke Banda Aceh, baik untuk berwisata maupun menempuh pendidikan, berpotensi menyebabkan penetrasi nilai-nilai budaya yang ingin dipertahankan. Ia menekankan pentingnya Pageu Gampong sebagai filter sosial, untuk memastikan nilai-nilai syariat Islam tetap terjaga.
“Budaya luar yang tidak sesuai dengan syariat, seperti berpakaian saat berolahraga, perlu pemahaman khusus,” ujarnya. Irwansyah mencontohkan, ada praktik berolahraga menggunakan celana pendek yang perlu ditinjau ulang.
Ketua DPRK ini juga mengingatkan, pengawasan syariat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi masyarakat di tingkat gampong harus aktif terlibat. Dalam hal ini, Pageu Gampong memiliki peran sentral dalam menjaga komunikasi dan pengawasan lingkungan di tengah kemajuan teknologi dan modernisasi.
“Perkembangan teknologi harus menjadi peluang, tetapi tetap berjalan beriringan dengan kearifan lokal dan syariat Islam,” tegasnya.
Irwansyah juga mengusulkan pembentukan Radar Komunitas Digital atau Hotline Dusun untuk meningkatkan koordinasi di gampong. Sistem pelaporan berbasis grup ini ditujukan untuk mendeteksi situasi mencurigakan dan potensi pelanggaran dengan lebih cepat, tanpa melibatkan aksi main hakim sendiri.
“Informasi tentang perilaku mencurigakan harus disampaikan ke pihak terkait dalam hitungan menit,” imbuhnya.
Kegiatan peningkatan kapasitas ini dihadiri sekitar 100 peserta, termasuk unsur pemuda gampong dan perwakilan dari kantor camat. Staf Ahli Wali Kota, Tgk. Ridwan Ibrahim, memberikan pemaparan sebagai keynote speaker, diikuti oleh pemateri lain seperti Prof. Dr. Syahrizal Abbas dari UIN Ar Raniry dan Tgk. H. Afrial Hidayat.
Tgk. Ridwan Ibrahim menekankan pentingnya penyatuan persepsi dan peningkatan kapasitas teknis bagi para pengawas syariat di lapangan. Sementara Kepala Dinas Syariat Islam, Alimsyah, menyoroti bahwa pelatihan ini penting untuk mendukung penegakan syariat Islam di setiap gampong.
[Red]






