Kulas.id-Plt Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, menjawab aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang menuntut peningkatan penanganan pemulihan pascabencana di Aceh. Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Aceh, Taufik menegaskan komitmen pemerintah untuk terbuka terhadap aspirasi dan kritik masyarakat.
“Kami tidak eksklusif, kami juga masyarakat biasa. Namun, kami diamanatkan untuk membangun kesejahteraan masyarakat,” ungkap Taufik. Dia menekankan pentingnya akselerasi pemulihan di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan penyediaan hunian bagi masyarakat yang terdampak.
Menghadapi tuntutan mahasiswa, Taufik mengatakan, semua Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) telah dievaluasi untuk mendorong penanganan pascabencana secara lebih cepat. Ia juga menyatakan bahwa komunikasi dengan pemerintah kabupaten/kota akan diperkuat agar permasalahan di lapangan dapat segera diatasi.
Taufik menegaskan, pemerintah terbuka untuk menerima masukan dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa. Ia menyatakan, “Kami sadar bukan super power. Kami buka komunikasi dengan semua pihak.” Untuk itu, Pemerintah Aceh juga telah membuka posko informasi terkait penanganan pascabencana kepada masyarakat.
Ketua BEM USK menyampaikan hasil pengamatan mahasiswa di beberapa daerah, termasuk Gayo Lues, yang menunjukkan infrastruktur dan sarana pendidikan masih banyak yang rusak dan belum tertangani. Hal ini dinilai perlu menjadi perhatian serius pemerintah, agar pemulihan sektor pendidikan segera dilakukan.
Sementara itu, kritik juga disampaikan terkait transparansi anggaran rehabilitasi pascabencana. Ketua BEM Fakultas Teknik USK meminta pemerintah untuk membuka informasi penggunaan dana agar publik dapat mengawasi proses pemulihan. Selain itu, Ketua BEM Fakultas Keperawatan mengungkapkan kekhawatiran mengenai minimnya serapan anggaran Transfer ke Daerah yang dialokasikan untuk penanganan pascabencana.
Aksi unjuk rasa ini diharapkan menjadi awal dari dialog berkelanjutan antara mahasiswa dan pemerintah. Taufik berharap komunikasi ini dapat terus berlangsung agar penanganan bencana dapat lebih efektif, “besar harapan kami untuk terus membuka ruang dialog dalam penanganan bencana,” tutupnya.
[Red]






