Gubernur Aceh Instruksikan Percepatan Penanganan Petani Terdampak Bencana Hidrometeorologi

Kulas.id-Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menegaskan pentingnya penanganan cepat bagi petani yang terdampak bencana hidrometeorologi saat mengarahkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Dr. Azanuddin Kurnia, dalam pertemuan di Banda Aceh, Rabu (2/9/2026).

Gubernur Mualem menginstruksikan agar semua sumber daya dikerahkan dan kolaborasi dengan dinas kabupaten/kota, TNI, serta kelompok tani dibangun untuk mempercepat penanganan masalah tersebut. “Bangun kolaborasi dengan para pihak, terutama kepada dinas kabupaten/kota,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan tersebut, ia meminta agar komunikasi dengan Kementerian Pertanian diperkuat, untuk memfasilitasi berbagai program pertanian di Aceh. Gubernur berharap semua program yang didukung Kementan pada tahun 2026 dapat diselesaikan sesuai rencana.

Data yang diberikan Azanuddin menunjukkan sawah rusak berat seluas sekitar 16.276 ha belum mendapatkan penanganan yang memadai. Mualem meminta agar rencana penanganan yang diusulkan oleh Distanbun dilanjutkan dan mendesak agar surat resmi dikirim kepada Menteri Pertanian dan Menteri ATR/BPN untuk mempercepat proses penanganan.

Gubernur juga meminta Kementan untuk melakukan kajian cepat untuk menentukan biaya per hektar, guna memudahkan pelaksanaan survei sebelum kegiatan fisik dilaksanakan. Selain itu, identifikasi dan pemetaan batas lahan juga menjadi kunci untuk menanggulangi kerusakan yang ada.

Terkait bantuan alat mesin pertanian dari Kementerian Pertanian, Mualem menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan yang optimal. “Jangan hanya dijadikan pajangan; alat tersebut harus diperuntukan untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan di Aceh,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Gubernur mengharapkan semua benih dan bibit bantuan, termasuk padi, jagung, kopi, kakao, kelapa, dan karet, dapat digunakan secara efektif untuk percepatan pemulihan Aceh pasca bencana. “Manfaatkan sebaik mungkin agar kita bisa kembali seperti sediakala, bahkan lebih baik dari sebelumnya,” sambungnya.

Dr. Azanuddin juga mengungkapkan bahwa per 1 September 2026, serapan anggaran untuk sektor rumah tangga dan pertanian mencapai 53%. Ia yakin, seluas 40.852 ha sawah yang rusak ringan dan sedang akan ditangani dalam waktu dekat, dan mengimbau agar semua dinas terkait terus mengawasi pelaksanaan di lapangan.

Azan juga memaparkan empat strategi untuk pemulihan sawah rusak berat: memanfaatkan lumpur sebagai bahan galian, menanam tanaman sesuai kondisi lahan, menggunakan material untuk bata ringan, dan melakukan rehabilitasi sawah agar kembali seperti semula.

[Red]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *