Kulas.id-BANDA ACEH — Pemerintah Aceh bertekad untuk mengoptimalkan zakat, infak, dan wakaf sebagai pendorong utama ekonomi umat. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, dalam acara High Level Forum bertajuk ‘Membangun Ekosistem Ekonomi Umat Melalui Sinergi Zakat, Infak, Wakaf, Ekonomi Haji dan Umrah’ di Aula Kantor Bappeda Aceh.
Dalam pidato tertulis Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang dibacakan oleh Taufik, disampaikan bahwa zakat, infak, dan wakaf memiliki potensi ekonomi yang besar dan mendalam dalam ajaran Islam. Muzakir mengungkapkan pentingnya pengembangan sumber daya ini untuk mendukung pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kita perlu mengembangkannya sebagai ekosistem yang berfokus pada peningkatan kualitas manusia dan penciptaan lapangan kerja,” kata Taufik menegaskan pentingnya integrasi berbagai sumber daya sosial dan ekonomi ini.
Menurut Muzakir, Aceh memiliki fondasi yang kuat untuk memajukan ekonomi umat dengan keberadaan lembaga Baitul Mal yang berperan vital dalam pengelolaan harta keagamaan. Namun, ia mencatat perlunya tata kelola yang profesional dan kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan potensinya.
Salah satu inisiatif penting, yaitu Gerakan Aceh Berwakaf, diluncurkan melalui Instruksi Gubernur Aceh Nomor 03/INSTR/2025. Muzakir menjelaskan bahwa gerakan ini tidak hanya berhenti pada penghimpunan wakaf, tetapi harus berkembang menjadi ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan.
Pemerintah Aceh mendorong sinergi antara Baitul Mal, BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia, serta lembaga keuangan syariah dan dunia usaha. Selain itu, pengembangan ekonomi haji dan umrah juga dinilai memiliki potensi besar yang perlu dimanfaatkan oleh pelaku usaha lokal.
“Kita ingin Aceh bergeliat di sektor ini, menciptakan peluang baru dalam rantai nilai ekonomi yang luas,” tutur Muzakir, menekankan pentingnya keterlibatan pelaku usaha setempat dalam industri tersebut.
Forum ini juga menjadi bagian dari Road to Aceh Waqf Summit 2026, dan harapan Muzakir adalah bahwa inisiatif ini akan menghasilkan rekomendasi yang konkret serta kerjasama yang nyata menuju pengembangan ekosistem ekonomi umat yang modern dan produktif.
Acara dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pejabat pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha, menunjukkan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk membangun ekonomi berbasis zakat dan wakaf di Aceh.
[Red]





