Kulas.id-Banda Aceh – Pejabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Aceh, Taufik, menegaskan pentingnya pembangunan yang responsif gender saat menghadiri Verifikasi Lapangan Evaluasi Penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (PUG) Tahun 2025. Acara tersebut dihelat pada Senin (26/10) di Ruang Potensi Daerah I Sekretariat Daerah Aceh.
Dalam sambutannya, Taufik menyampaikan bahwa momen verifikasi ini bukan hanya sekedar evaluasi, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kebijakan pembangunan agar lebih inklusif dan adil terhadap seluruh lapisan masyarakat. “Pemerintah Aceh berkomitmen untuk memberikan kesempatan yang setara bagi laki-laki dan perempuan dalam pembangunan,” ujarnya.
Komitmen tersebut, lanjut Taufik, akan diwujudkan melalui integrasi perspektif gender di semua tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi program. Dia juga meminta agar semua Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) aktif dalam memastikan bahwa kebijakan dan program pembangunan dapat menjawab kebutuhan masyarakat dengan adil.
Diungkapkan Taufik, Indeks Pembangunan Gender (IPG) Aceh pada tahun 2025 mencapai angka 93,11, meningkat 0,47 poin dibanding tahun sebelumnya, dan lebih tinggi dari rata-rata nasional yang sebesar 92,69. Capaian ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Aceh untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan yang setara dan berkeadilan.
Pemerintah Aceh berharap bahwa evaluasi dan rekomendasi yang dihasilkan dari verifikasi lapangan ini dapat digunakan sebagai bahan perbaikan dalam pelaksanaan PUG, sehingga setiap lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat dari pembangunan yang inklusif.
[Red]





