Tradisi Kenduri Maulid di Pidie: Masyarakat Aceh Jaga Warisan Budaya

Kulas.id-Kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Kaye Jatoe, Teupin Raya, Kabupaten Pidie, menghadirkan suasana kental dengan tradisi lokal. Acara yang berlangsung pada Minggu (13/9) ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah, S.E., dan menyaksikan penyajian hidangan dalam bungkus daun, melestarikan cara makan yang sudah diwariskan secara turun-temurun.

Usai salat Zuhur, Fadlullah dan rombongan dari Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh berbaur dengan masyarakat setempat di musala. Beragam hidangan khas Aceh yang terdiri dari ikan, daging, sayuran, dan masakan lokal ready untuk dinikmati bersama. Sumbangan dari warga, yang disampaikan dengan cara sukarela, menjadi sumber utama hidangan yang disajikan.

Bacaan Lainnya

Lebih dari sekadar acara makan bersama, kenduri ini berfungsi sebagai ajang untuk mempererat silaturahmi antarwarga. Tak hanya itu, makanan yang tersisa tidak dibiarkan begitu saja, melainkan dibungkus untuk dibawa pulang, mencerminkan nilai berbagi rezeki dan keberkahan dalam tradisi masyarakat.

Tokoh masyarakat, Muhammad Ishak, menjelaskan bahwa kenduri Maulid mengundang delapan gampong tetangga dari Kecamatan Glumpang Tiga. “Ini bukan hanya memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mempertahankan tradisi yang telah ada,” ungkapnya.

Tradisi dalam kenduri ini menciptakan identitas sosial yang penting bagi masyarakat Kaye Jatoe. Sederhana namun bermakna, acara ini menjadi simbol kebersamaan dan berbagi di tengah dinamika kehidupan masyarakat Aceh. Kehadiran Wagub Aceh menegaskan komitmen pemerintah untuk terlibat dalam momentum keagamaan dan sosial yang hidup di tengah masyarakat.

[Red]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *