Kulas.id-BANDA ACEH – Pemerintah Australia, bekerja sama dengan The Asia Foundation dan Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, meluncurkan Program Partisipasi (The Indonesia Democratic Participation) pada Jumat, 30 Oktober 2026, di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh. Program ini mencakup biaya pendanaan sebesar 30 juta dolar Australia dan bertujuan untuk memperkuat kualitas demokrasi di Aceh.
Penjabat Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, menyampaikan apresiasi atas pemilihan Aceh sebagai lokasi pelaksanaan program ini. “Kami menyambut baik inisiatif ini sebagai ikhtiar bersama untuk memperkuat kualitas demokrasi dan membangun kemitraan konstruktif antara pemerintah dan masyarakat sipil,” ujarnya.
Taufik menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi masyarakat secara luas. “Partisipasi publik yang bermakna menjadi penting dalam merumuskan kebijakan. Masyarakat, termasuk kelompok rentan, perlu diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Counsellor Political Kedutaan Besar Australia, Robert Sutton, menjelaskan bahwa Program Partisipasi mengedepankan penguatan demokrasi substantif dengan pelaksanaan dari pertengahan 2026 hingga pertengahan 2030. Program ini merupakan kelanjutan dari Program Percontohan Ketahanan Demokrasi yang telah berjalan dari 2021 hingga 2026.
Robert menyebutkan tiga capaian utama dari program ini: penguatan institusi, penguatan masyarakat sipil, serta pengembangan kegiatan demokrasi yang kolaboratif. Program ini juga menitikberatkan pada lima area fokus, yaitu pemilu berintegritas, keterlibatan parlemen, pendidikan warga negara, penguatan media independen, serta melawan misinformasi.
Aspirasi untuk menciptakan kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial juga menjadi prinsip utama dalam kegiatan program tersebut. Secara nasional, program ini akan dilaksanakan di Yogyakarta, Makassar, serta Aceh, dan melibatkan lembaga pemerintah, organisasi masyarakat sipil, media, dan akademisi.
Australia, melalui The Asia Foundation, juga menyalurkan hibah kepada lima mitra utama program, yang mencakup Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Center for Strategic and International Studies (CSIS), International Foundation for Electoral Systems (IFES), Kemitraan, dan Westminster Foundation for Democracy (WFD). Dengan demikian, Program Partisipasi diharapkan bisa meningkatkan semangat demokrasi dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih inklusif dan akuntabel di Aceh.
[Red]





