Aceh Percepat Rehabilitasi Pascabencana Hidrometeorologi, Plt Sekda Serukan Tindakan Segera

Kulas.id-BANDA ACEH – Plt. Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, ST, M.Si., menekankan pentingnya mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana hidrometeorologi di Aceh. Pernyataan ini disampaikan dalam diskusi penanganan kebencanaan yang diadakan oleh Kemenko PMK di Ruang Potensi Daerah, Rabu (30/9).

Dalam diskusi yang dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Dr. Lilik Kurniawan, serta para pakar kebencanaan dan jajaran pemerintah terkait, Taufik mengingatkan akan potensi curah hujan tinggi yang dapat terjadi hingga akhir tahun. “Kita harapkan proses rehab-rekon ini bisa terus dipacu dan kami mohon masukan serta evaluasi dari Kemenko PMK agar penanganan bencana berjalan lebih baik dan masyarakat segera pulih,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Taufik juga menyoroti sejumlah catatan dari lapangan yang perlu segera ditindaklanjuti, seperti penyelesaian lahan hunian tetap (huntap) dan penguatan sistem operasional prosedur (SOP) kebencanaan di daerah. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, T. Robby Irza, melaporkan fokus utama dalam proses ini termasuk optimalisasi posko kebencanaan di kabupaten/kota serta normalisasi sungai dan infrastruktur pengendali banjir.

Menurut Robby, penguatan pendataan dan pelaporan dalam program rehab-rekon sangat penting untuk mencegah terjadinya tumpang tindih program dari kementerian dan lembaga. “Sinkronisasi data diperlukan agar pemerintah kabupaten/kota memiliki informasi yang utuh mengenai program yang berjalan,” ungkapnya.

Dr. Lilik Kurniawan mewakili pemerintah pusat menyatakan bahwa tim pengarah dan tim pakar telah dibentuk untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh. “Kita harus bersama-sama bergerak membangun kembali Aceh dan masyarakatnya, sambil tetap siaga mengantisipasi potensi bencana berikutnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, tim pakar kebencanaan juga menyampaikan masukan strategis untuk memperkuat langkah penanganan pascabencana. Penekanan pada kerja sama antara pemerintah daerah dan pusat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana.

[Red]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *