kulas.id-Banda Aceh mencatatkan sejarah baru dalam upaya pemberdayaan pemuda dengan menobatkan sembilan individu sebagai Pemuda Pelopor 2026. Acara penobatan berlangsung di Hotel Amel Convention Hall pada Jumat malam, 30 Oktober 2026.
Pemuda pelopor yang terpilih berasal dari tiga bidang utama: Agama, Sosial dan Budaya; Pendidikan dan Inovasi Teknologi; serta Pangan, Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Pariwisata. Dalam bidang Agama, Sosial dan Budaya, juara I diraih oleh Haifa Ghalda, disusul M. Geubry Al Fattah Budia dan MJ Thabari masing-masing sebagai juara II dan III. Sementara untuk bidang Pendidikan dan Inovasi Teknologi, Ayu Wahyuni meraih juara I, diikuti Irfan Rahmad Ghafar dan Ika Putri Maulidza sebagai juara II dan III. Di bidang Pangan, Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Pariwisata, Nur Rafiqa mendapatkan juara I, diikuti oleh Zahlul Nugraha dan Sagti Aprilian.
Masing-masing pemenang menerima piagam penghargaan, pin Pemuda Pelopor, dan uang pembinaan. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banda Aceh, Reza Kamilin, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaring dan mengapresiasi pemuda yang memiliki gagasan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Proses penilaian dimulai sejak awal Oktober 2026 dan melibatkan 25 pendaftar, di mana 13 finalis ditetapkan untuk mengikuti tahap penjurian. Juri mempertimbangkan aspek seperti kapasitas, integritas, serta dampak nyata dari karya para peserta. Reza juga optimis bahwa Pemuda Pelopor Kota Banda Aceh akan berkompetisi di tingkat provinsi hingga nasional, berharap dapat mengharumkan nama daerah.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota, Kepala BPOM Banda Aceh, ketua KNPI kota, serta orang tua finalis, menunjukkan dukungan yang kuat bagi generasi muda yang berprestasi.
[Red]





