Banda Aceh Siapkan Langkah Tangani Bencana dengan Empat Prinsip Utama

kulas.id-Banda Aceh berkomitmen untuk meningkatkan ketangguhan dalam menghadapi bencana dengan mengacu pada pengalaman pahit tsunami 2004. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengungkapkan pentingnya pembangunan infrastruktur, tata kelola pemerintahan yang baik, dan budaya kesiapsiagaan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara U-DARE 4.0 di Universitas Syiah Kuala pada 15 Oktober 2026.

“Kesiapan bukan hanya menunggu bencana terjadi, tetapi juga mengantisipasi risiko sejak dini,” ujar Illiza, menekankan bahwa tantangan kebencanaan kini semakin kompleks dengan potensi banjir, cuaca ekstrem, dan abrasi pesisir.

Banda Aceh mengedepankan empat prinsip dalam membangun kota tangguh, antara lain Honoring Memory, yang menekankan edukasi tentang tragedi tsunami, serta Inclusive Reconstruction yang melibatkan masyarakat dalam pembangunan. Prinsip Building Back Better mengharuskan pembangunan infrastruktur mitigasi yang lebih baik, dan Preparedness as a Culture mendorong agar kesiapsiagaan menjadi kebiasaan sehari-hari.

Illiza juga menjelaskan perlunya dukungan infrastruktur seperti gedung evakuasi vertikal dan sistem peringatan dini. Namun, ia menekankan bahwa keberadaan fasilitas tanpa pemeliharaan dan edukasi masyarakat tidak akan efektif. Kesiapsiagaan juga perlu ditingkatkan melalui pelatihan rutin dan keterlibatan masyarakat, contohnya di Gampong Deah Glumpang yang telah diakui UNESCO sebagai kawasan Siap Tsunami.

Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat disebut Illiza sebagai kunci dalam memperkuat ketahanan. Rencana jangka panjang mencakup pengembangan infrastruktur evakuasi dan peningkatan kualitas perencanaan kebencanaan. Banda Aceh juga berupaya menjadi living laboratory kebencanaan, yang menjadi ruang pembelajaran bagi pemerintah dan mitra internasional.

“Penting untuk saling belajar dan bekerja sama untuk melindungi masyarakat dan generasi mendatang,” tutup Illiza, mengharapkan forum ini dapat memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi bencana.

[Red]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *