Illiza Lepas 50 Petugas Satpol PP/WH ke 5 Kecamatan

Illiza Lepas 50 Petugas Satpol PP/WH ke 5 Kecamatan

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal secara resmi melepas dan menyerahkan personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) ke sejumlah kecamatan di Kota Banda Aceh, dalam apel yang berlangsung di Halaman Balai Kota, Jumat, 27 Februari 2026.

Penyerahan personel dilakukan oleh Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh M. Rizal kepada para camat dari lima kecamatan, yakni Baiturrahman, Kuta Alam, Syiah Kuala, Banda Raya, Lueng Bata, dan Meuraxa, serta disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah.

Bacaan Lainnya

Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin, para asisten, serta sejumlah pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Puluhan personel yang terbagi dalam beberapa regu mengikuti apel dan menerima arahan langsung dari wali kota. Setiap kecamatan akan ditempatkan satu regu yang terdiri dari 10 personel, dilengkapi satu unit kendaraan patroli untuk mendukung operasional di lapangan.

Dalam sambutannya, Illiza menyebut apel pelepasan ini memiliki makna strategis dalam memperkuat penyelenggaraan ketertiban umum, ketenteraman masyarakat, serta penegakan qanun dan peraturan daerah di seluruh wilayah kota.

Menurutnya, penempatan personel di kecamatan merupakan langkah nyata untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan responsif kepada masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Banda Aceh sebagai “Kota Kolaborasi”.

“Kehadiran personel di kecamatan harus menjadi jembatan kolaborasi antara pemerintah, aparatur gampong, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Illiza menegaskan bahwa tugas Satpol PP dan WH memiliki dasar hukum yang kuat, termasuk dalam membantu kepala daerah menegakkan peraturan daerah serta menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.

Dalam konteks kekhususan Aceh, Wilayatul Hisbah juga berperan penting dalam mengawal pelaksanaan syariat Islam sesuai qanun yang berlaku. Namun ia menekankan bahwa penegakan aturan harus dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan menyejukkan.

Ia berpesan agar seluruh personel menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan keikhlasan, serta mengedepankan koordinasi dengan camat, unsur muspika, keuchik, tokoh agama, dan masyarakat.

Selain itu, wali kota juga meminta personel mengutamakan pendekatan persuasif, edukatif, dan preventif dalam menjaga ketertiban serta membangun kesadaran masyarakat terhadap aturan.

“Kehadiran aparat harus benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” katanya.

Illiza berharap, dengan penempatan satu regu di setiap kecamatan, penanganan persoalan ketertiban umum, pelanggaran qanun, dan gangguan ketenteraman dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terukur.

Menutup sambutannya, ia secara resmi melepas dan menyerahkan personel Satpol PP dan WH kepada masing-masing kecamatan untuk melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan, kekuatan, serta kemudahan dalam setiap langkah pengabdian,” ujarnya.

Pos terkait