Illiza Hadiri Rakor Rehab-Rekon Pascabencana Aceh bersama Mendagri

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) Pascabencana Hidrometeorologi Aceh yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa 9 Juni 2026.

Rakor tersebut turut dihadiri Gubernur Aceh Muzakir Manaf, jajaran kementerian dan lembaga terkait, kepala daerah kabupaten/kota, serta unsur pelaksana penanggulangan bencana dari pemerintah pusat dan daerah. Agenda ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh.

Bacaan Lainnya

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan tepat sasaran, terukur, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain pemulihan infrastruktur, pemerintah juga mendorong percepatan pemulihan layanan publik serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di daerah terdampak.

Wali Kota Illiza menyambut baik komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pelaksanaan rehab-rekon melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, tantangan bencana hidrometeorologi yang semakin kompleks menuntut pemerintah daerah untuk terus memperkuat kesiapsiagaan dan ketahanan wilayah melalui pembangunan yang adaptif terhadap risiko bencana.

“Forum ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota dalam mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat upaya mitigasi ke depan,” ujar Illiza.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Banda Aceh terus berkomitmen mendukung berbagai program pengurangan risiko bencana melalui penguatan infrastruktur perkotaan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan sistem mitigasi berbasis gampong guna mewujudkan kota yang tangguh dan berkelanjutan.

Melalui rakor tersebut, diharapkan seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah direncanakan dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu mempercepat pemulihan daerah dan meningkatkan ketahanan masyarakat menghadapi potensi bencana di masa mendatang. (Riz)

Pos terkait