Banda Aceh – Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dan Afdhal Khalilullah berbuka puasa bersama para keuchik dan imum mukim di di pendopo, Senin, 9 Maret 2026.
Selain menjadi ruang mempererat silaturahmi dan kolaborasi, kegiatan ini dimanfaatkan Illiza-Afdhal dan jajaran Pemko Banda Aceh untuk menyerap langsung aspirasi dari ujung tombak pemerintahan dan pelayanan publik di tingkat desa.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Sekdako Jalaluddin bersama para pejabat teras Setdako Banda Aceh, camat, dan sejumlah kepala OPD. Hadir pula Ustaz Zul Arafah yang mengisi tausiah dan memimpin doa bersama.
Mengawali sambutannya, Illiza menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para keuchik dan imum mukim yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat di tingkat gampong.
“Saudara-saudara sekalian adalah pemimpin yang berada paling dekat dengan masyarakat, yang memahami langsung kondisi, kebutuhan, serta harapan warga di gampong masing-masing,” ujarnya.
Karena itu, kata Illiza, peran keuchik dan imum mukim sangat strategis. “Tidak hanya sebagai penyelenggara pemerintahan di tingkat gampong, tetapi juga sebagai penggerak kebersamaan, penjaga harmoni sosial, serta jembatan antara pemerintah dengan masyarakat.”
Menurutnya, momentum buka puasa bersama ini bukan sekadar kegiatan kebersamaan dalam menjalankan ibadah Ramadan. Lebih dari itu, pertemuan ini merupakan ruang silaturahmi yang sangat penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah kota dan pemerintahan gampong.”
Pada kesempatan itu, Illiza juga memaparkan beragam pencapaian positif pemerintahannya dalam kurun waktu satu tahun terakhir. “Salah satu capaian yang patut kita syukuri adalah keberhasilan kita dalam menurunkan angka kemiskinan di Banda Aceh.”
“Jika sebelumnya angka kemiskinan berada pada angka 6,95 persen, maka saat ini berhasil kita turunkan menjadi 5,45 persen. Penurunan ini tentu merupakan hasil dari kerja keras kita bersama melalui berbagai program dan kebijakan,” ujarnya.
Selain itu, Banda Aceh berhasil mencatatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 89,55 poin, yang menjadikan Banda Aceh daerah dengan capaian IPM tertinggi secara nasional. “Angka ini mencerminkan kemajuan yang kita capai dalam bidang pendidikan, kesehatan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.”
Di bidang kesehatan masyarakat, pihaknya juga terus mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan keluarga, terutama bagi ibu dan anak. “Alhamdulillah, melalui kerja sama berbagai pihak, kita berhasil mencatat penurunan prevalensi stunting sebesar 3,4 persen di Banda Aceh.”
Masih menurut Illiza, capaian-capaian ini bukan semata-mata hasil kerja pemerintah kota saja. “Keberhasilan ini merupakan hasil dari kolaborasi dan kerja sama yang kuat antara pemerintah dengan masyarakat, termasuk peran aktif para keuchik dan imum mukim yang terus menjadi penggerak pembangunan di tingkat gampong.”
Memasuki tahun kedua kepemimpinan Illiza-Afdhal, tantangan pembangunan masih banyak yang harus dihadapi. Oleh karena itu, kami sangat berharap dukungan dan kerja sama yang semakin kuat dari para keuchik dan imum mukim,” katanya.
“Kemitraan antara pemerintah kota dan pemerintahan gampong harus terus kita perkuat, baik melalui koordinasi yang baik, komunikasi yang terbuka, maupun kerja sama dalam menjalankan berbagai program pembangunan,” ujar Illiza.
“Banda Aceh sebagai kota yang dikenal dengan nilai-nilai keislamannya tentu membutuhkan peran para pemimpin gampong untuk terus menjaga suasana yang religius, harmonis, serta penuh kepedulian sosial di tengah masyarakat,” demikian Illiza Sa’aduddin Djamal. (*)




