kulas.id-Banda Aceh menghadapi ancaman serius akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), di mana kualitas udara menunjukkan peningkatan signifikan dari angka 63 menjadi 131, mengarah pada kategori tidak sehat. Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal memimpin rapat darurat pada Jumat (16/10) untuk menyikapi situasi ini, yang melibatkan Sekretaris Daerah dan kepala OPD.
Dalam rapat tersebut, Wali Kota Illiza menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat untuk menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan. “Kita harus waspada terutama bagi kelompok rentan,” ujarnya.
Pemko Banda Aceh berencana membentuk tim khusus untuk merespons dampak Karhutla dan terus memantau kualitas udara. Jika keadaan memburuk, opsi kebijakan work from home (WFH) untuk ASN dan pembelajaran daring bagi siswa akan diterapkan.
Dinas Kesehatan siap siaga 24 jam dengan semua Puskesmas dibuka dan stok oksigen ditambah, sementara RSUD Meuraxa menyiapkan obat-obatan dan ruang untuk kondisi darurat. Langkah-langkah lintas sektor juga akan diterapkan untuk mengurangi aktivitas luar ruangan bagi warga rentan.
Pemko juga menggandeng Dinas Syariat Islam untuk mengedukasi masyarakat melalui Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan relawan. Pembentukan posko siaga di Balai Kota juga dibahas, memastikan mobil ambulans dan Puskesmas keliling siap untuk memberikan bantuan.
[Red]






