Gubernur Aceh Sosialisasikan Tindakan Mitigasi Terhadap Dampak Kabut Asap Karhutla

Kulas.id-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menyelimuti wilayah Aceh sejak 13 Oktober 2026, menurut informasi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kualitas udara di daerah tersebut mengalami penurunan signifikan, terutama akibat partikel halus PM2.5, yang dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, dan gangguan kardiovaskular.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, mendesak seluruh Bupati/Wali Kota serta pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah mitigasi. “Kami harus bersama-sama berusaha mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh kabut asap ini,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Dalam imbauannya, Gubernur Mualem mengingatkan perlunya menghentikan segala bentuk pembakaran terbuka, baik itu untuk pembukaan lahan, pembakaran sisa pertanian, maupun pembuangan sampah yang dapat memperburuk kondisi kabut asap. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berkendara di jalan raya, mengurangi kecepatan, serta menyalakan lampu kendaraan demi keselamatan.

Untuk menjaga kesehatan masyarakat, Gubernur meminta agar aktivitas di luar ruangan dikurangi, khususnya pada saat tingginya tingkat polusi udara. Masyarakat juga disarankan untuk menggunakan masker untuk melindungi diri dari partikel halus dan menjaga kualitas udara dalam ruangan dengan menutup jendela dan pintu saat kabut asap meningkat.

Gubernur menekankan perlunya layanan kesehatan selalu siap siaga, termasuk rumah sakit dan puskesmas, untuk menangani dampak kesehatan akibat kabut asap. “Jika masyarakat merasakan gejala seperti sesak napas, batuk, atau iritasi mata, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” tegasnya.

Pihaknya juga mendorong aktifnya posko penanganan karhutla di masing-masing kabupaten/kota agar bisa segera merespon situasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang langkah-langkah yang harus diambil. Masyarakat diharapkan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi kualitas udara dan peringatan karhutla melalui laman resmi BMKG.

[Red]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *