Dukungan Pemerintah Aceh untuk Konektivitas Bandara SIM Menguat

Kulas.id-Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), menegaskan komitmen Pemerintah Aceh dalam mendukung penguatan pelayanan dan konektivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM). Pernyataan ini disampaikan saat audiensi dengan General Manager PT Angkasa Pura, Rahmat Adil Indrawan, serta instansi terkait di ruang rapat Wagub, Rabu (23/9).

Audiensi ini menjadi forum yang membahas pengelolaan dan pengembangan Bandara SIM, termasuk rencana perpanjangan Nota Kesepahaman tentang Pemanfaatan Barang Milik Aceh untuk operasional bandara. Penguatan penerbangan jamaah umrah, pengembangan rute domestik dan internasional, serta peningkatan standar pelayanan dan keamanan juga menjadi topik diskusi.

Wagub Dek Fadh memberikan apresiasi terhadap pelayanan Angkasa Pura dan siap mendukung perbaikan dalam setiap aspek yang masih perlu disempurnakan. “Selama ini saya melihat pelayanan PT Angkasa Pura sudah sangat baik. Apa yang masih kurang, mari kita sama-sama sempurnakan,” ujarnya.

Rahmat Adil Indrawan menjelaskan bahwa traffic penerbangan jamaah umrah dari Aceh menunjukkan peningkatan, sehingga PT Angkasa Pura berupaya untuk mewujudkan penerbangan langsung ke Arab Saudi secara lebih rutin. Selain itu, pembukaan rute baru, baik domestik maupun internasional, sedang dijajaki.

Untuk mendukung pengembangan rute ini, direncanakan akan dibentuk Route Development Team yang melibatkan berbagai instansi. Ini bertujuan untuk mempromosikan potensi pariwisata Aceh dan mengidentifikasi peluang baru dalam penerbangan.

Sementara itu, aspek keamanan Bandara SIM juga menjadi perhatian penting. Audit keamanan dijadwalkan berlangsung pada akhir September, dan semua pihak diharapkan untuk memperkuat koordinasi agar standar keamanan dapat terpenuhi. Wagub menekankan pentingnya mematuhi ketentuan vaksinasi untuk jamaah umrah, dan menegaskan agar pelanggaran seperti pemalsuan dokumen vaksin harus ditindak tegas.

Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh T. Robby Irza, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal, dan perwakilan dari Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banda Aceh.

[Red]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *