kulas.id – Siswa-siswi SMA Negeri 8 Banda Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam dunia inovasi dan penelitian dengan mengikuti ajang bergengsi Malaysia Technology Expo (MTE) 2026 yang akan diselenggarakan pada 9–11 April 2026 di World Trade Centre Kuala Lumpur, Malaysia. Mengusung tema “Beyond The Screen: Smart Schools, Healthier Minds”, tim ini menghadirkan sebuah inovasi berbasis teknologi yang berfokus pada kesehatan mental remaja.
Karya yang dipresentasikan merupakan sebuah sistem berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mendeteksi dan memantau kondisi kesehatan mental siswa secara dini.
Sistem ini mengintegrasikan data psikometrik, perilaku, serta lingkungan, kemudian dianalisis menggunakan teknologi machine learning guna mengidentifikasi potensi risiko sebelum mencapai tahap klinis.
Hasil analisis ditampilkan melalui dashboard real-time yang dapat membantu guru dan konselor dalam mengambil keputusan secara tepat dan cepat.
Dalam pemaparannya, tim menjelaskan bahwa masalah kesehatan mental remaja saat ini menjadi perhatian global, termasuk di Indonesia.
Dengan jumlah jutaan remaja yang terdampak, pendekatan konvensional dinilai masih bersifat reaktif dan kurang efektif.
Oleh karena itu, inovasi ini hadir sebagai solusi preventif yang lebih terintegrasi dan berbasis data.
Tim peneliti yang terdiri dari M. Farah Aideed, Raisya Adelia, dan Zafrini Nayli ini juga menekankan bahwa sistem yang mereka kembangkan telah melalui uji coba awal dengan hasil yang menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi serta kesesuaian dengan observasi konselor profesional.
Selain itu, aspek etika menjadi perhatian utama melalui penerapan prinsip ethical-by-design guna menjaga privasi dan kerahasiaan data pengguna.
Kegiatan ini dibimbing oleh Guru Pembimbing Gr. Novi Nanda Resta, M.Pd. yang secara aktif mendampingi proses penelitian hingga tahap presentasi.
Dukungan penuh juga diberikan oleh Kepala SMA Negeri 8 Banda Aceh, Nurrizayani, S.Pd., M.Pd., yang senantiasa mendorong lahirnya inovasi-inovasi unggul dari peserta didik.
Kepala sekolah menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian siswa.
“Kami sangat bangga atas inovasi yang dihasilkan oleh anak-anak kami. Ini menjadi bukti bahwa generasi muda mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan global, khususnya di bidang kesehatan mental,” ujarnya.
Keikutsertaan dalam MTE 2026 ini diharapkan tidak hanya membawa prestasi bagi sekolah, tetapi juga menjadi langkah awal dalam pengembangan teknologi pendidikan yang lebih humanis dan berkelanjutan.
Dengan semangat Beyond The Screen, siswa SMA Negeri 8 Banda Aceh optimis dapat mengharumkan nama daerah dan Indonesia di kancah internasional.[]






